Hi, J...
apa kabar?
I have no words to say to you..
or maybe I just don't know how to tell you?
maaf, atas rengekanku setiap malam.
maaf, atas keluhanku setiap saat.
maaf, atas kata rindu yang bisa membuatmu bosan mendengarnya.
Hey, J..
sampai saat ini, aku tidak berani untuk menetapkan perasaanku sendiri.
perasaan yang kumiliki untukmu, pada awalnya aku ragu, kemudian aku yakin bahwa itu nyata, tetapi saat ini kembali aku rasakan keraguan itu.
di luar sana, banyak perempuan yang mengaku menyayangimu lebih dari rasa sayang seorang fans pada idol nya.
bahkan tidak sedikit dari mereka yang sama sepertiku, terkadang menangis karna rasa rindu yang membara.
dan tidak sedikit juga, yang berani mengejarmu hingga kemanapun kamu berada, hanya untuk bertemu denganmu.
aku takut, J.
perasaan ini, semakin hari semakin membuatku bingung.
sebenarnya, yang kurasakan saat ini perasaan untuk siapa?
apakah untuk sosokmu sebagai seorang idol?
atau untuk sosokmu sebagai seorang laki-laki biasa?
mereka yang berani menetapkan bahwa perasaan mereka nyata bahkan sudah pernah bertemu denganmu, kamu sudah melihat sosok mereka secara langsung, dengan kedua matamu sendiri.
bahkan kalian berbincang, berpegangan tangan, dan saling melemparkan senyum.
tetapi aku?
kamu bahkan tidak mengetahui bahwa aku ada.
kamu tidak menyadari bahwa aku hidup di waktu yang sama denganmu.
bukankah aku menyedihkan?
tidak jarang, hatiku melemah, J..
dan entah bagaimana bisa.. disaat hatiku melemah, kamu seperti datang padaku dan memberiku kekuatan.
tidak. hal itu tidak terjadi hanya sekali.
pada awalnya, aku pun hanya berfikiran bahwa itu adalah suatu 'kebetulan' yang indah.
tetapi, sampai saat ini, hal itu terus terjadi. ya, terus dan terus. tanpa melewatkan satu hal pun.
lantas, apakah itu yang disebut dengan "kebetulan"?
"kebetulan" tidak terjadi berkali-kali bahkan terus-menerus bukan?
aku selalu berdoa, agar Allah mengijinkan kita untuk bertemu.
ada 1 hal yang benar-benar kuinginkan, J.
setelah itu, aku akan melepaskanmu. dan menghentikan perasaan ini.
lepaskan aku, J.. tidak bisa kah?
aku ingin terus mendukungmu. tapi, perasaan ini terlalu menyakitkan untuk kutanggung.
aku tidak ingin terus bergantung pada 'kebetulan'2 itu.
aku ingin berdiri dengan kedua kakiku sendiri.
aku ingin mengontrol perasaanku sendiri.
J, aku masih ingat dengan kata-katamu di dalam mimpiku,
surely, it gives me strength..
kata-katamu membuatku bangkit dan berhenti menangis dalam sesaat.
dan aku pun mulai berjalan dengan berpegang pada kata-katamu itu.
tetapi, saat ini aku merasakan takut.
bagaimana kalau aku benar-benar tidak bisa lepas darimu jika aku memegang kata-katamu itu?
karena kata-katamu itulah yang telah membawaku kembali ke dirimu, saat berkali-kali aku hampir kehilanganmu.
kamu, mengajarkanku banyak hal, J.
kamu jugalah yang memberikanku mimpi.
aku mengenalmu disaat aku sudah setengah basah dalam dunia yang tidak kuinginkan.
tetapi, kamu mengajarkanku bagaimana caranya untuk menyukai air yang membuatku basah.
kamu mengajarkanku bahwa air itu bisa membawakanku kebahagiaan.
kamu mengajarkanku, bahwa meski aku telah basah, bukan berarti aku tidak bisa bersenang-senang dengan hal yang kusukai.
karena mengenalmu lah, aku ingin berjuang kembali.
karena mengenalmu lah, aku ingin meraih mimpiku lagi.
tahukah kamu, J. saat ini aku mengetik hal ini dengan air mata yang menetes.
aku tidak tahu bagaimana harus menggambarkan perasaanku, betapa berseyukurnya aku mengenalmu.
betapa bersyukurnya aku memilikimu.
disaat aku merasa duniaku tengah terhenti, kamu datang dan memberikanku harapan.
dan sampai saat ini pun, kamu masih menjadi kekuatanku, J.
disaat aku sedang lelah, jenuh, dan ingin menyerah, aku teringat padamu dan kemudian membuat semangatku datang kembali.
aku ingin selalu ada disampingmu.
membantumu menggapai mimpimu.
membantumu terbang kemanapun yang kamu inginkan.
aku ingin menjadi sayapmu.
karena kamu adalah sayap bagiku.
kamulah yang memberiku kesempatan untuk terbang, disaat aku merasa aku telah tertinggal dan tidak memiliki kesempatan untuk terbang bebas.
J, kamu tidak tahu betapa berartinya mimpi itu untukku.
dan orang lainpun mungkin akan berfikir bahwa aku terlalu cengeng dalam hal ini.
tetapi percayalah, mimpi yang kamu berikan untukku adalah dunia baru untukku. kehidupan baru. dan semangat baru.
sebelum aku mengenalmu, aku bukanlah seseorang yang berambisius.
aku bahkan menjalani hidupku atas arahan dari orang lain, dan bukan karena hatiku.
bahkan tidak jarang aku berfikir, "untuk apa aku hidup?"
"menyerah", adalah kata yang selalu dan selalu ada di sampingku.
ya, kamu akan terkejut jika mengetahui seberapa besarnya aku ingin menyerah atas kehidupanku.
aku ingin berhenti menjalani hidup, dan melarikan diri entah kemana.
karena aku bahkan tidak tahu apa yang akan kulakukan kelak, dan apakah benar ini yang aku mau?
lalu kamu datang, dan membawa hal-hal indah itu kehadapanku, dan mengulurkan tanganmu padaku.
dan hal yang benar-benar ku syukuri hingga saat ini adalah, aku bersyukur bahwa keputusanku saat itu adalah meraih tanganmu.
walaupun saat itu aku tidak tahu kemana kamu akan membawaku, apa yang akan kamu perlihatkan padaku, dan apa yang akan kamu berikan padaku.
dan walaupun dikehidupan mendatang hal itu terjadi lagi padaku, aku pun akan meraih tanganmu kembali, J.
dari awal, aku tidak bisa melihatmu sebagai seorang idol.
yang ada dimataku adalah seorang laki-laki yang sama sepertiku, sama-sama sedang berjuang untuk meraih mimpinya.
karena itulah, aku ingin terus berada disampingmu dan mendukungmu, J.
tetapi, semakin kedepan, kenapa perasaan ini semakin memberat?
kenapa perasaan ini semakin terasa menyakitkan?
disaat aku dihadapkan pada kenyataan bahwa banyak perempuan yang menyayangimu sepertiku, bahkan mungkin mereka lebih menyayangimu. karena mereka telah mengenalmu lebih dulu dibandingkan aku. mereka jauh lebih mengenalmu dibanding aku, dan mereka jauh lebih baik daripada aku, J.
apa yang harus kulakukan, J?
bisakah kamu menjawab pertanyaanku?
apa kabar?
I have no words to say to you..
or maybe I just don't know how to tell you?
maaf, atas rengekanku setiap malam.
maaf, atas keluhanku setiap saat.
maaf, atas kata rindu yang bisa membuatmu bosan mendengarnya.
Hey, J..
sampai saat ini, aku tidak berani untuk menetapkan perasaanku sendiri.
perasaan yang kumiliki untukmu, pada awalnya aku ragu, kemudian aku yakin bahwa itu nyata, tetapi saat ini kembali aku rasakan keraguan itu.
di luar sana, banyak perempuan yang mengaku menyayangimu lebih dari rasa sayang seorang fans pada idol nya.
bahkan tidak sedikit dari mereka yang sama sepertiku, terkadang menangis karna rasa rindu yang membara.
dan tidak sedikit juga, yang berani mengejarmu hingga kemanapun kamu berada, hanya untuk bertemu denganmu.
aku takut, J.
perasaan ini, semakin hari semakin membuatku bingung.
sebenarnya, yang kurasakan saat ini perasaan untuk siapa?
apakah untuk sosokmu sebagai seorang idol?
atau untuk sosokmu sebagai seorang laki-laki biasa?
mereka yang berani menetapkan bahwa perasaan mereka nyata bahkan sudah pernah bertemu denganmu, kamu sudah melihat sosok mereka secara langsung, dengan kedua matamu sendiri.
bahkan kalian berbincang, berpegangan tangan, dan saling melemparkan senyum.
tetapi aku?
kamu bahkan tidak mengetahui bahwa aku ada.
kamu tidak menyadari bahwa aku hidup di waktu yang sama denganmu.
bukankah aku menyedihkan?
tidak jarang, hatiku melemah, J..
dan entah bagaimana bisa.. disaat hatiku melemah, kamu seperti datang padaku dan memberiku kekuatan.
tidak. hal itu tidak terjadi hanya sekali.
pada awalnya, aku pun hanya berfikiran bahwa itu adalah suatu 'kebetulan' yang indah.
tetapi, sampai saat ini, hal itu terus terjadi. ya, terus dan terus. tanpa melewatkan satu hal pun.
lantas, apakah itu yang disebut dengan "kebetulan"?
"kebetulan" tidak terjadi berkali-kali bahkan terus-menerus bukan?
aku selalu berdoa, agar Allah mengijinkan kita untuk bertemu.
ada 1 hal yang benar-benar kuinginkan, J.
aku ingin kamu melihatku dengan matamu.
lepaskan aku, J.. tidak bisa kah?
aku ingin terus mendukungmu. tapi, perasaan ini terlalu menyakitkan untuk kutanggung.
aku tidak ingin terus bergantung pada 'kebetulan'2 itu.
aku ingin berdiri dengan kedua kakiku sendiri.
aku ingin mengontrol perasaanku sendiri.
J, aku masih ingat dengan kata-katamu di dalam mimpiku,
"If we meant to be, then it will be. you won't lose me"
surely, it gives me strength..
kata-katamu membuatku bangkit dan berhenti menangis dalam sesaat.
dan aku pun mulai berjalan dengan berpegang pada kata-katamu itu.
tetapi, saat ini aku merasakan takut.
bagaimana kalau aku benar-benar tidak bisa lepas darimu jika aku memegang kata-katamu itu?
karena kata-katamu itulah yang telah membawaku kembali ke dirimu, saat berkali-kali aku hampir kehilanganmu.
kamu, mengajarkanku banyak hal, J.
kamu jugalah yang memberikanku mimpi.
aku mengenalmu disaat aku sudah setengah basah dalam dunia yang tidak kuinginkan.
tetapi, kamu mengajarkanku bagaimana caranya untuk menyukai air yang membuatku basah.
kamu mengajarkanku bahwa air itu bisa membawakanku kebahagiaan.
kamu mengajarkanku, bahwa meski aku telah basah, bukan berarti aku tidak bisa bersenang-senang dengan hal yang kusukai.
karena mengenalmu lah, aku ingin berjuang kembali.
karena mengenalmu lah, aku ingin meraih mimpiku lagi.
tahukah kamu, J. saat ini aku mengetik hal ini dengan air mata yang menetes.
aku tidak tahu bagaimana harus menggambarkan perasaanku, betapa berseyukurnya aku mengenalmu.
betapa bersyukurnya aku memilikimu.
disaat aku merasa duniaku tengah terhenti, kamu datang dan memberikanku harapan.
dan sampai saat ini pun, kamu masih menjadi kekuatanku, J.
disaat aku sedang lelah, jenuh, dan ingin menyerah, aku teringat padamu dan kemudian membuat semangatku datang kembali.
aku ingin selalu ada disampingmu.
membantumu menggapai mimpimu.
membantumu terbang kemanapun yang kamu inginkan.
aku ingin menjadi sayapmu.
karena kamu adalah sayap bagiku.
kamulah yang memberiku kesempatan untuk terbang, disaat aku merasa aku telah tertinggal dan tidak memiliki kesempatan untuk terbang bebas.
J, kamu tidak tahu betapa berartinya mimpi itu untukku.
dan orang lainpun mungkin akan berfikir bahwa aku terlalu cengeng dalam hal ini.
tetapi percayalah, mimpi yang kamu berikan untukku adalah dunia baru untukku. kehidupan baru. dan semangat baru.
sebelum aku mengenalmu, aku bukanlah seseorang yang berambisius.
aku bahkan menjalani hidupku atas arahan dari orang lain, dan bukan karena hatiku.
bahkan tidak jarang aku berfikir, "untuk apa aku hidup?"
"menyerah", adalah kata yang selalu dan selalu ada di sampingku.
ya, kamu akan terkejut jika mengetahui seberapa besarnya aku ingin menyerah atas kehidupanku.
aku ingin berhenti menjalani hidup, dan melarikan diri entah kemana.
karena aku bahkan tidak tahu apa yang akan kulakukan kelak, dan apakah benar ini yang aku mau?
lalu kamu datang, dan membawa hal-hal indah itu kehadapanku, dan mengulurkan tanganmu padaku.
dan hal yang benar-benar ku syukuri hingga saat ini adalah, aku bersyukur bahwa keputusanku saat itu adalah meraih tanganmu.
walaupun saat itu aku tidak tahu kemana kamu akan membawaku, apa yang akan kamu perlihatkan padaku, dan apa yang akan kamu berikan padaku.
dan walaupun dikehidupan mendatang hal itu terjadi lagi padaku, aku pun akan meraih tanganmu kembali, J.
dari awal, aku tidak bisa melihatmu sebagai seorang idol.
yang ada dimataku adalah seorang laki-laki yang sama sepertiku, sama-sama sedang berjuang untuk meraih mimpinya.
karena itulah, aku ingin terus berada disampingmu dan mendukungmu, J.
tetapi, semakin kedepan, kenapa perasaan ini semakin memberat?
kenapa perasaan ini semakin terasa menyakitkan?
disaat aku dihadapkan pada kenyataan bahwa banyak perempuan yang menyayangimu sepertiku, bahkan mungkin mereka lebih menyayangimu. karena mereka telah mengenalmu lebih dulu dibandingkan aku. mereka jauh lebih mengenalmu dibanding aku, dan mereka jauh lebih baik daripada aku, J.
apa yang harus kulakukan, J?
bisakah kamu menjawab pertanyaanku?